Saturday, October 22, 2005

NAFSU

Nafsu yang menciptakan, dan
nafsu yang membinasakan.
Nafsu adalah api, dan
nafsu adalah pembasmi.
Nafsu adalah malaikat baik dan jahat.
Nafsu menebas, dan
nafsu mencipta kembali.
Nafsu tak pernah tidur ketika semua mendengkur, hanya
nafsu tetap tegak ketika smuanya runtuh.
Kemarin, kini, dan nanti adalah anak-anak nafsu.
Ooh...., cinta. Saksikanlah!!!
Tak berubah!!

2 comments:

enza said...

APAKAH ITU CINTA?

Bila telapak tanganmu berkeringat,
Hatimu dag dig dug,
Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
Itu bukan cinta, tetapi SUKA.

Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan
menyentuhnya,
Itu bukan cinta tetapi BERAHI.

Bila kamu menginginkannya karena tahu
Ia akan selalu berada di sampingmu,
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.

Bila kamu menerima pernyataan cintanya
Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN.

Bila kamu bersedia memberikan semua
Yang kamu sukai demi dia,
Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya
Kepada semua orang,
Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN.

Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah
Satu-satunya hal yang kamu pikirkan,
Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.

Ketika Kamu MENCINTAINYA,
Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,
Karena itu adalah BAGIAN DARI KEPRIBADIANNYA.

Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU,
KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU

Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,
dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA

Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA
Biarpun ia cukup tegar menghadapinya

Ketika kamu tertarik kepada orang lain
Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.

CINTA adalah PENGORBANAN
MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.
CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan
EGOSENTRISME.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang
harus dibayar...
Untuk sebuah CINTA
Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita
cintai menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kita inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri
sendiri yang kita temukan
di dalam dia

enza said...

CINTA DALAM NAFSU HEWANI
Pengirim : Hotmian Haro
Sumber : Karangan pribadi
Artikel ID : 2423

Setiap manusia memiliki jiwa hewani. Jiwa hewani ini memiliki tiga unsure, yaitu RASA TAKUT, AMARAH dan HASRAT. Karena jiwa hewani ini, manusia cenderung mendekati apapun yang mendatangkan hasil (HASRAT) dan bergerak menjauh dari (RASA TAKUT) atau menolak (AMARAH) dari apapun yang menyakitkan. Jiwa hewani ini bisa berkembang seimbang dengan kecerdasan yang berproses dalam akal sehat akan menjadi asset yang tak terhingga nilainya bagi kehidupan manusia.

Namun bila jiwa hewani mengarah kepada pelampiasan nafsu, dimana rasa takut, amarah dan hasrat berkembang secara berlebihan, maka ia akan merusak pandangan dan perilaku manusia.

Jika jiwa hewani ini telah melampaui batas wajar, maka akan muncullah kejahatan, ketamakan, prasangka,kekejaman, kehinaan, nafsu jahat, dan pengkhianatan. Dalam JAGAT PERCINTAAN, antara pria dan wanita, nafsu hewani berkembang lebih liar dan buas,bahkan cenderung menuntut pemuasan hanya pada kebutuhan biologis sesaat. dan karena dalam nafsu hewani tidak ada moralitas dan cinta kasih, maka segala cara ditempuh, tak peduli halal atau haram. Dan gilanyaaaaaaaaa├»¿½! Dikehidupan moderen ini, kebejatan perilaku hewani dibalut estetika, kesetiaan cinta dan hak asasi manusia, sehingga keinginan yang buas dan liar dianggap wajar dan bermoral !


Di jagat moderen sekarang ini, PACARAN menjadi proses wajib bagi mereka yang sedang jatuh cinta. Wajib karena cinta dianggap sebagai Gejolak jiwa yang emosional dan pacaran adalah proses pemurnian cinta dari pengaruh emosional itu. Tanpa pacaran, cinta tak lebih dari sekedar lintasan jiwa yang tidak akan menemukan muara . Andai pun berujung dengan pelaminan dan terikat dalam akad nikah, cinta tanpa pacaran akan menuai keropos, karena antara saat berseminya cinta hingga berlangsungnya pernikahan tidak didahului dengan proses pengenalan. dan pendekatan yang intensif. Sedangkan dalam pacaran, ta'aruf dan taqarub itu berjalan sangat intensi, sehingga kita tahu siapa orang yang kita cintai sampai kebagian yang paling sensitive dan rahasia. Dengan demikian kita tidak membeli kucing dalam karung.

Itulah yang terjadi di Jagat Pacaran. Dalam kesesatan dan pengaruh nafsu hewani, penghuninya berusaha mencari pembenaran atas apa yang mereka lakukan sekalipun nyata-nyata bahwa Pacaran hanyalah upaya sesat untuk mengeksploitasi cinta demi pemuasan nafsu hewani. Dan nyata-nyata juga, dalam pacaran telah terjadi proses saling menipu. Satu sama lain hanya memperlihatkan kebaikan dan kelebihan masing-masing, sementara realitas diri yang sesungguhnya ditutup-tutupi untuk mendapatkan kepuasan, pujian dan penerimaan.


Nyata-nyata pacaran hanyalah cara sesat untuk memanfaatkan kelemahan dan kekalutan akal sehat sebagai akibat dari buaian perasaan cinta yang menggebu. Selanjutnya segala rasa dicurahkan dalam bentuk perilaku nista bahkan oleh perilakunya sendiri seperti saling tatap yang katanya "kulihat cinta dimatamu", saling berucap cinta untuk menunjukkan bahwa " didadaku hanya ada kamu", dan saling dekap dengan pelukan mesra seolah kedekatan keduanya takkan terhalang oleh samudera yang luas dan gunung yang menjulang tinggi

Fenomena seperti itu yang terjadi di Jagat Pacaran bukan rahasia lagi, namun realitas didepan mata yang kini sudah dianggap biasa dan lumrah dengan dalih untuk MENCARI KECOCOKAN SEBELUM MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN. Andai ternyata cocok, maka nikah dapat dilangsungkan. Namun bila ternyata tidak cocok, maka untuk apa berlanjut ke pelaminan, bukankah sebaiknya mencari pasangan lain sebagai gantinya? Itulah sebuah dalih yang bejat dan terlaknat, karena perilaku seperti itu dianggap jembatan menuju ke sebuah kesucian pernikahan. Padahal, ADAKAH KESUCIAN YANG LAHIR DARI KENISTAAN? JAWABNYA TIDAK!SAMA SEKALI TIDAK ADA ! Kecuali pada orang yang suka berbuat nista dan untuk itu mereka menyebarkan kedustaaan atas nama cinta. Jadilah si cinta tersesat di dunia fatamorgana demi mendapatkan kepuasan nafsu dan melupakan hakikat itu sendiri.

Seandainya, CINTA DIPANDANG TIDAK HANYA DENGAN PERASAAN TAPI JUGA DENGAN AKAL PIKIRAN YANG SEHAT, tentu mereka akan menyayangi diri mereka ketika menjalin hubungan yang tidak di syari'atkan. Apalagi untuk wanita, menjalin hubungan dengan lawan jenis atas nama cinta mestinya dipikir secara matang, lebih-lebih bila diajak kencan dan pacaran dengan jurang nista yang menganga. Maka aneh bila serta merta menjerumuskan diri kedalam jurang nista itu.

Banyak wanita yang sangat mudah menerima ajakan pacaran dan berakhir dengan linangan air mata karena kesucian telah terenggut bahkan dengan sangat mudah sementara laki-laki yang menodainya pergi begitu saja dengan alasan " Bosan dan Tidak Cocok!".

Jadi, JANGAN KATAKAN CINTA kepada orang yang mengajak kamu pacaran sebelum menikah sekalipun dengan dalih yang argumentative, realistis dan memukau jiwa kamu. Hati-hatilah dengan rayuan gombal demi mendapat cinta kamu. Hati-hatilah! Karena di Jagat Pacaran, banyak berkeliaran orang dengan tipe pengecut yang akan lari atau mencari kambig hitan ketika tanggung jawab harus dipikul. Janganlah penyesalan demi penyesalan tercatat dalam hidup kamu, karena bukan hal yang baik jika suatu kesenangan berakhir dengan kesedihan. Orang yang berakal tentu ia tidak akan menerima suatu kebahagiaan yang sesaat, lalu sesudah itu datang rasa pilu dan penyesalan yang mendalam. JANGAN MENGGAPAI KESUCIAN DENGAN KENISTAAN. TANAMLAH BENIH-BENIH CINTA PADA KEBUN YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH .

Dan, JANGAN KATAKAN CINTA kepada orang yang menuntut pembuktiaannya melalui hubungan intim, karena itu hanyalah dalih yang penuh dengan kedustaan dan sesungguhnya mereka adalah para pengecut yang hanya ingin menghisap manisnya madu cinta. Andai mereka dimintai tanggung jawab, pastilah mereka lari dan mencari kambing hitam.